bunga di taman kuncup kembali
warnanya pucat padam
layu tak berhawa
seakan menekuk wajahnya
menutup rapat harapan esok
harapan yang di harapkan terlihat
tak pernah berpikir dan menyimpan memori-memori yang telah di lalui
layaknya sinar terlahap oleh sang gelap
berlari menjauh dari takdir
mencoba menemukan jati diri yang sejati
berderak riat menahan diri
dari rasa benci dalam hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar