Sabtu, 08 Maret 2014

MUAK

seseorang kembali 
membawa segenggam timah panas
yang membuat mentari tak sanggup tuk bersinar
harapan sirna 
air mata tak berharga tumpah
batu kini menjadi abu
bunga tak akan bermekar
kepercayaan hanya ilusi
simpati hanya sebuah hal yang tak berharga
malaikat hanya berdiam melihat
tak selamanya malaikat terbang dengan sayapnya
ketika ia merelakan sayapnya demi sebuah dunia
ia tinggalkan langit
tapi dunia menenggelamkannya
tak mengenal, tak memahami, dan tak peduli
sampai kapan dunia seperti ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar